Pelaku Pembunuhan Anak di Karimun Dituntut Hukuman Mati

Redaksi
23 Des 2025 18:28
2 menit membaca

Karimun, beritakarimun.id – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Karimun menuntut hukuman mati terhadap Doni alias Rajab, terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap seorang anak berusia 2,5 tahun. Tuntutan tersebut dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun, Senin (22/12/2025).

Dalam persidangan agenda pembacaan tuntutan, JPU menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Jaksa mengungkapkan, terdakwa melakukan kekerasan fisik berulang terhadap korban karena kesal anak tersebut menangis dan menolak minum obat pada hari Rabu 11 Juni 2025, sekitar pukul 20.10 WIB. Terdakwa yang sebelumnya mengonsumsi minuman keras jenis tuak membawa korban berinisial SA ke kamar belakang rumah dengan kondisi pintu terkunci. Kekerasan itu meliputi pemukulan, penendangan, pencubitan, hingga membanting tubuh korban ke lantai.

“Korban mengalami luka berat dan pendarahan. Terdakwa tidak memberikan pertolongan medis, bahkan menutup hidung korban hingga tidak dapat bernapas dan akhirnya meninggal dunia,” ungkap Jaksa dalam persidangan.

Dalam perkara ini, jaksa menghadirkan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian korban, dua butir obat Bodrexin 80 mg, botol minyak telon, serta botol air mineral kosong.

JPU menegaskan tidak terdapat satu pun hal yang meringankan bagi terdakwa. Sebaliknya, sejumlah keadaan dinilai sangat memberatkan, antara lain perbuatan terdakwa yang dinilai keji dan sadis terhadap anak kecil, mengakibatkan hilangnya nyawa korban, serta sikap terdakwa yang tidak mengakui perbuatannya, berbelit-belit dalam persidangan, dan tidak menunjukkan penyesalan.

Atas dasar pertimbangan tersebut, Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Karimun menuntut terdakwa Doni alias Rajab dengan pidana mati.

Selanjutnya dijadwalkan pada Selasa, 6 Januari 2026, dengan agenda pembacaan nota pembelaan atau pledoi dari terdakwa.

 

 

Editor: Codet Carladiva