
Karimun, beritakarimun.id – Penataan ulang pasar sore oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bumi Berazam milik Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun menjadi pro dan kontra.
Menurut pemerintah daerah Penataan dilakukan untuk mengembalikan fungsi aset pemerintah sekaligus mengoptimalkan lapak pasar yang selama ini tidak termanfaatkan maksimal.
“Kita mengembalikan fungsi kawasan tersebut sebagai area parkir. Pasar sore itu sebenarnya area parkir,” ungkap Direktur Utama Perumda Bumi Berazam Jaya, Muhammad Mahsun.
Pasar sore diketahui akan direlokasi secara bertahap ke blok D Pasar Puan Maimun.

“Rencana pemindahan akan dimulai pada 31 Maret mendatang, setelah selesai Lebaran. Lokasi lama pasar sore akan diubah menjadi lahan parkir saja,” kata Mahsun.
Sementara itu, rencana penataan ulang diprotes keras oleh para pedagang sore pasar puan Maimun.
Para pedagang khawatir pemindahan lokasi akan menyebabkan penurunan pendapatan bahkan mengancam mata pencaharian mereka yang telah menjalankan usaha selama 7 tahun di lokasi tersebut.
“Ada 100 lapak, tapi Perumda hanya panggil sekitar 22 orang saja. Kalau dipindahkan ke belakang Blok D, Kami khawatir 80 persen pendapatan akan hilang karena pembeli akan sungkan masuk ke lokasi belakang,” ujar pedagang sayur bernama Joko Haritonang.
Sama halnya dengan Joko, Rida Sinuraya pedagang sayur pasar sore juga berharap pemerintah tidak memindahkan lokasi pasar sore ke Blok D.
“Di sini orang lalu lalang bisa singgah, pembeli yang pulang kerja langsung melihat. Kalau di belakang, pendapatan akan jauh berkurang. Kami khawatir anak-anak tidak bisa sekolah lagi karena tidak ada pemasukan, bayar kredit dan bayar sewa rumah takutnya terancam,” ungkap Rida.
Keberatan pasar sore dipindahkan ke Blok D tidak hanya datang dari para pedagang tetapi juga datang dari para pengunjung pasar.
“Sudah pas disini, kita pun tak sulit dan tidak terlalu jauh untuk berbelanja. Tak usah lah lagi dipindah kan ke sana. Cuma tinggal dirapikan saja penataan pasar sore ini.lokasi sudah bagus. Tapi kalau ditempat baru jadi malas mau kesana,”ucap Martini warga Tanjung Balai Karimun.
Editor: Codet Carladiva