Polisi Bongkar Prostitusi Online Via MiChat di Karimun, Korbannya Para Remaja

Redaksi
7 Mar 2026 09:59
3 menit membaca

Karimun, beritakarimun.id – Polisi membongkar prostitusi online dengan menggunakan aplikasi MiChat di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri),Rabu (4/3/2026) malam. Pelaku prostitusi berjumlah empat anak remaja perempuan.

Keempat remaja tersebut berinisial GS (14th), LN (16th), FL (14th), dan NS (16th).

Kanit Reskrim polsek tebing, Ipda Om Kenedi mengatakan, pihaknya mengamankan para remaja prostitusi online di hotel Erison jalan Raja Oesman Kapling kamar 207.

“Tim opsnal unit Reskrim polsek Tebing mendapat informasi dari masyarakat bahwa di hotel Erison jalan Raja Oesman Kapling telah terjadi transaksi prostitusi diduga anak dibawah umur. Tim opsnal langsung melakukan pengintain dengan menyamar sebagai karyawan hotel. Dan melihat langsung terjadi aktivitas di kamar 207. Pukul 23.30 Wib Kanit reskrim bersama anggota Opsnal bergerak melakukan penggerebekan si kamar 207 dan menemukan 1 orang perempuan berinisal GN umur 14 tahun baru selesai melayani tamu dengan bayaran 200 ribu. Tetapi tamunya sudah tidak ada,” ungkap Ipda Kenedi kepada beritakarimun.id, Sabtu (7/3/2026) dini hari.

Tidak hanya sampai disitu, polisi pun melakukan pengembangan terkait prostitusi yang melibatkan anak dibawah umur tersebut.

“Usai GN kita amankan, pada saat itu juga datang teman GN inisial LN umur 16 tahun. Pukul 00.10 wib laki laki yang sudah berkencan dengan GN dapat kita dipancing kembali ke hotel dan lalu kita amankan. Pukul 01.00 wib dua orang korban (anak dibawah umur dan laki laki inisial NM dibawa ke polsek tebing utk dimintai keterangan” jelas Kenedi

Usai diamankan,para remaja tersebut langsung di bawa ke Mapolsek Tebing untuk diperiksa dan gelar perkara.

Diketahui bersama, para remaja ini tidak dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan karena tidak terpenuhinya unsur pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 473 KUHP baru.

Polisi pun melakukan pembahasan bersama Balai Pemasyarakatan (Bapas), Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Kabupaten Karimun di Mapolsek Tebing.

Hasil pembahasan tersebut memutuskan bahwa keempat anak tersebut akan diserahkan ke Yayasan Paye di Batam untuk menjalani proses rehabilitasi dan pembinaan.

“Dari hasil pembahasan kempat anak ini akan diserahkan ke Yayasan Paye di Batam untuk mendapatkan rehabilitasi serta pembinaan agar masa depan mereka bisa lebih baik,” ujar Kenedy.

Belum diketahui secara pasti apa penyebab para remaja ini bisa terjerumus di dalam prostitusi online .
Untuk para pembaca beritakarimun khususnya para orang tua diharapkan menjaga anak perempuan remaja dengan menanamkan pemahaman agama, moral, dan cara melindungi kehormatan diri. Peran aktif ayah dalam memberikan perhatian, kasih sayang, serta membangun rasa percaya diri sangat krusial untuk mencegah father hunger. Selain itu, pengawasan lingkungan pergaulan, pengajaran keterampilan hidup, dan komunikasi yang terbuka sangat penting untuk membimbing mereka di usia puber yang rentan pengaruh

 

 

Editor : Codet Carladiva